Senin, 20 Juni 2011

Refleksi Perkuliahan Terakhir Pak Marsigit

Belajar Filsafat
Berangkat dari obyek filsafat yaitu mempelajari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Dalam hidup ini kita mengenal sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Dalam kehidupan sehari-hari secara sadar atau tidak kita telah berfilsafat, karena apa yang telah kita ucapkan, kita lakukan setiap harinya adalah filsafat itu sendiri. Tapi banyak orang yang tidak suka dengan filsafat, padahal rasa tidak sukanya terhadap filsafat itu telah menunjukkan bahwa dirinya telah berfilsafat. Tapi sebelum kita membahas lebih jauh, apakah sebenarnya filsafat itu ?
Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Dalam filsafat juga terdapat cabang-cabang ilmu filsafat yaitu ontology, epistimologi dan aksiologi. Ontology adalah pemikiran filsafat yang mempelajari realitas dunia. Epistimologi adalah bagaimana ilmu pengetahuan itu didapat dan dikatakan benar. Dan aksiologi adalah cabang filsafat yang berisi tata nilai yang ada di masyarakat. Dalam filsafat sangat ditekankan untuk mengetahui cabang-cabang filsafat tersebut karena akan sangat membantu dalam belajar berpikir dan mengambil keputusan.
Nah, sangat ditekankan juga dalam belajar filsafat untuk berpikir secara mendalam dan analitik, karena bahasa yang digunakan dalam filsafat bukanlah bahasa sehari-hari, melainkan bahasa analog. Oleh karena itu, banyak orang yang beranggapan bahwa mempelajari filsafat bisa membuat orang menjadi stress, bahkan menjadi gila. Kemungkinan itu ada, tapi jika mempelajari filsafat dengan benar maka hal itu tidak akan terjadi. Mempelajari filsafat tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu referensi saja. Referensi tidak hanya berbentuk materi, namun terdapat banyak referensi yang bentuknya seperti kata-kata atau tingkah laku orang lain. Mempelajari filsafat berarti telah mempelajari semua cabang ilmu yang ada di dunia ini. Sebagian orang yang telah mempelajari filsafat dengan benar akan dengan mudah menghadapi permasalahan sehari-hari, karena dalam belajar filsafat itu melatih otak dalam berpikir dan menggunakan logika berpikir sehingga dapat meminimalisir resiko yang akan terjadi.
Secara harfiah arti filsafat adalah pencinta kebijaksanaan. Orang-orang yang tekun belajar filsafat sangat mungkin untuk menjadi orang yang bijaksana, berpikir kritis, dan rasional. Karena dalam kesehariannya ia berfilsafat. Salah satu contoh dosen Pendidikan Matematika UNY Pak Marsigit dalam kesehariannya sebagai dosen yang mengampu mata pelajaran filsafat, dalam hal mengajar mahasiswa beliau menekankan bahwa belajar filsafat itu tidak harus di dalam kelas ataupun pada saat perkuliahan, tetapi harus juga di luar itu, sehingga setiap hari mahasiswa kuliah filsafat, tetapi dengan membaca elegi-elegi filsafat yang ada di blog beliau. Dalam elegy pun bahasa yang digunakan adalah bahasa analog, sehingga harus memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memahaminya. Tapi dari semua itu mahasiswa memperoleh pengetahuan yang luar biasa banyak, karena dalam blog tersebut tersimpan banyak hal tentang belajar filsafat secara ikhlas. Metode dan kebijaksanaan beliau dalam mengajar filsafat menurut saya adalah tepat, karena selain belajar filsafat secara langsung, mahasiswa juga memperoleh ilmu rohani yang tidak ditekankan dalam mata kuliah yang lain. Itulah salah satu contoh orang yang yang tekun dalam filsafat, dan karena mahasiswa mempelajari pemikiran Pak Marsigit yang ada dalam blog beliau, maka beliau merupakan salah satu filsuf bagi mahasiswa dan orang-orang yang belajar kepada beliau.
Sebenarnya sangat mudah mempelajari filsafat jika, karena akan melatih cara berpikir seseorang, seperti kata Kattsoff (1963) di dalam bukunya Elements of Philosophy untuk melengkapi pengertian kita tentang “filsafat”:
* Filsafat adalah berpikir secara kritis.
* Filsafat adalah berpikir dalam bentuk sistematis.
* Filsafat harus menghasilkan sesuatu yang runtut.
* Filsafat adalah berpikir secara rasional.
* Filsafat harus bersifat komprehensif.
Oleh sebab itu, siapa yang tidak ingin akan 5 hal di atas. Memperoleh pemikiran yang demikian sangat diinginkan setiap orang, karena kelima cara berpikir tersebut telah mengajarkan kepada orang lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan menjadi orang yang sukses. Namun, dari itu semua kita haruslah teliti dan banyak bertanya atau mencari referensi dalam mempelajari filsafat, karena jika dalam proses belajar filsafat metode yang digunakan tidak benar, maka akan menjadi berbahaya. Oleh karena itu dalam belajar filsafat disarankan agar lebih sering meminta ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Referensi :
http://anank.wordpress.com/2007/02/02/terminologi-filsafat/
http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
http://www.anneahira.com/cabang-filsafat.htm
http://powermathematics.blogspot.com/

Tidak ada komentar: